Aspirasi dan Pengaduan

TERUS BEKERJA DEMI KEBERSIHAN KOTA MADIUN

MADIUN- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun memiliki satgas khusus yang bertugas menangani kebersihan dan keasrian kota. Mereka adalah srikandi, atau perempuan-perempuan usia muda hingga paruh baya yang tiap harinya menyapu dan memunguti sampah di ruas jalan yang tersebar di Kota Pendekar.

Di tengah pandemi saat ini, semangat mereka tak luntur sedikitpun untuk menjaga dan merawat kebersihan kota. Seperti Reni, salah satu dari 21 personil srikandi kebersihan DLH. Sejak akhir 2019 lalu dirinya mengabdikan diri sebagai garda terdepan pejuang lingkungan. Aktivitasnya itu dimulai sejak pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Mereka terbagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dengan tugas membersihkan setiap sudut kota.

“Tiap hari kita biasa membawa sekali jalan 3-4 kali sampah yang ada dalam trash bin berukuran 120 liter. Nanti terus diangkut. Hujan panas kita jalani, yang penting ikhlas seperti kata pak wali,” ungkap perempuan yang bermukim di Kelurahan Pandean itu.

Reni mengatakan, banyak suka dan duka yang dilaluinya selama menjalankan tugas. Namun, satu hal yang membuatnya semangat dalam bertugas adalah apresiasi dari orang-orang sekitar terhadap pekerjaannya tersebut.

“Yang membuat kita semangat di jalan itu banyak yang memotivasi, ada yang bilang sekarang yang nyapu ibu-ibu, tambah bersih jalanan. Kita jadi semakin semangat dan bangga ikut menjaga kebersihan kota,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH Aang Marhendra Budiono mengatakan para petugas kebersihan yang ada sejak tahun 2019 itu tiap harinya disebar di beberapa titik untuk membersihkan kota.

“Kita sebar dan bagi per team ada 3 orang. Seperti di Jalan Pahlawan, Dr. Soetomo, Jalan Mastrip, Jalan Kolonel Marhadi, Jalan Agus Salim, dan Jalan Cokroaminoto,” jelasnya saat ditemui di basecamp petugas kebersihan DLH yang berada di Jalan Pandan, Rabu (1/4).

Ketelatenan dan ketelitian perempuan dalam hal kebersihan diharapkan mampu membuat Kota Madiun semakin bersih dan lebih indah. Sementara itu, menyikapi kondisi saat ini, Aang mengatakan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga dan melindungi personilnya.

“Kondisi kovid kita tetap masuk, kalau tidak malah nanti kota jadi kotor dan jadi sumber penyakit. Yang jelas kita berusaha semaksimal mungkin dengan dana yang ada kita bagi seperti masker, hand sanitizer, dan sarung tangan,”pungkasnya.
(dhevit/kus/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat